Senin, 03 Oktober 2011

Aku kepada Tuhan I


Tuhan,
Hapuskan airmataku ini dihadapan jasadnya
Tuhan,
Tegarkan aku dihadapan rohnya
Tuhan,
Sabarkan aku dihadapan kepergiannya
Tuhan,
Dengar aku
Aku menangis
Aku menjerit
Kala dia pergi melangkah untuk selamanya
Tuhan,
Aku khawatir
Khawatir  jika ia tak sampai pada-Mu
Tuhan,
Jika Engkau memang harus mengambilnya
Ambilah
Aku ikhlas!
Tapi  Tuhan,
Jangan ambil ingatanku tentangnya
Tentang dia dan kenangannya
Tuhan,
Izinkan aku berdoa untuknya
Untuk dia yang dulu tercinta
Untuk dia yang dulu hidup
Tuhan,
Aku selalu percaya bahwa Engkau takkan pernah sia-siakan nyawa mahluk-Mu
Tuhan,
Lelapkan ia yang tercinta dipangkuan terindah-Mu
Agar aku yang hidup tersenyum tenang kala ia disamping-Mu

Senin, 23 Mei 2011

Masa Lalu

Seandainya saat bahagia itu tidak ditaburi kesalahan
Seandainya saat indah itu tidak diracuni dosa
Mungkin, hari ini aku akan mendambakan masa lalu
Masa lalu yang menyentuh hati dan batinku
Dengan belajar memegang teguh kesetiaan
Saling berbagi, menjaga, dan mengasihi
Sangat kurindukan pelukanmu oh kasih
Tapi sayang
Cintaku tak berbunga
Malah perasaanku diduduki nafsu setan
Karenanya
Aku sudahi kebahagiaan itu
Dan kini aku harus terbiasa merindukan
merindusenyuman indahmu
yang menyentuh air mataku

Senin, 17 Januari 2011

Janjiku !


Takkan pernah ku lupa semua polemik yang melanda garis kehidupanku .
Polemik hidup .
Yang bisa membuatku tegar akan tantangannya .
Meski penuh sayatan menyayat hati dan perasaan .
Meski penuh kehancuran dan ketidakpastian .
Meski menguras keringatku .
Aku masih tetap gagah melangkahi jembatan hidupku .

Kelak .
Aku berjanji .
Dengan keadaan apapun .
Disetiap tetesan air mata ,
Takkan ku sesali .
Dan disetiap tetesan darah yang menetes demi tetes ,
Takkan pernah kutangisi ,
Karena itu menandakan bahwa aku sedang berhadapan dan berjuang melawan segala resiko dan polemik yang ditakdirkan untuk garis jiwa ragaku .

Minggu, 16 Januari 2011

Beban Diri



Saat hujan tega mengguyuri sekujur tubuhku
Saat rambutku, tubuhku, hingga tanah yang ku tapaki basah
Saat itulah aku mengerti
Mengerti keadaanku yang sedang berjuang

Adalah perjalanan yang sangat memilukan
Ketika keringatku yang terkadang tak ada harganya

Menyakitkan
Tak usah aku tutupi
Aku manusia
Memiliki harga diri
Memiliki rasa
Dan ingin dihargai

Kuat
Harusnya aku kuat
Melihat mereka yang tak sedikit pun melirikku
Tegar 
"Harusnya aku tegar"
Melihat mereka yang acuh padaku

Suatu saat nanti
Saat mentari menemaniku
Aku berjanji
Aku akan selalu menghargai
Sekalipun dia-dia tak menghargaiku